Sebagai postingan
pertama ini ane mau ngasih tau ini loh makna dari lambing daerah provinsi ane… :)
Lambang Provinsi Kalimantan Selatan berbentuk
"PERISAI" merah dan hijau, garis tepi dengan sisi kuning.
Perisai adalah pencegahan dan defensif melambangkan kewaspadaan dan kemampuan untuk mempertahankan diri;
warna merah, melambangkan keberanian dan kepahlawanan yang berani,
bersemangat dan dinamis kehidupan untuk menegakkan kebenaran perjuangan yang
dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam judul "Hanya dan Masyarakat
Sejahtera yang diberkati Allah";
warna hijau, melambangkan kesuburan dan harapan untuk Daerah Tingkat
I Kalimantan Selatan pada hari yang akan datang;
Warna kuning, di sisi perisai,
melambangkan bahwa penduduk Kalimantan memiliki kepribadian dan spiritualitas
luhur dengan penuh keyakinan dan kepercayaan pada Allah SWT.
Berlian Putih yang Memancarkan warna yang mengkilat
Melambangkan pendapatan Daerah Kalimantan Selatan yang telah terkenal untuk kualitas dan memiliki nilai yang sangat tinggi, yang merupakan sumber penghidupan Kalimantan Selatan.
Berlian Putih yang Memancarkan warna yang mengkilat
Melambangkan pendapatan Daerah Kalimantan Selatan yang telah terkenal untuk kualitas dan memiliki nilai yang sangat tinggi, yang merupakan sumber penghidupan Kalimantan Selatan.
Memancar warna putih mengkilap,
Melambangkan bahwa penduduk Kalimantan Selatan yang menyebabkan untuk benar-benar dapat mencapai kecerdasan dan kemajuan dan juga mampu melaksanakan pembangunan apapun terhadap kemuliaan dan keagungan bangsa Indonesia.
Melambangkan bahwa penduduk Kalimantan Selatan yang menyebabkan untuk benar-benar dapat mencapai kecerdasan dan kemajuan dan juga mampu melaksanakan pembangunan apapun terhadap kemuliaan dan keagungan bangsa Indonesia.
Bintang emas berwarna Kuning
Melambangkan dewa Mahakuasa dan keyakinan simbolik bahwa Allah mengetahui segala sesuatu tanpa tersembunyi bagi-Nya;
Melambangkan dewa Mahakuasa dan keyakinan simbolik bahwa Allah mengetahui segala sesuatu tanpa tersembunyi bagi-Nya;
Rumah Banjar Warna Hitam
Bangunan tertentu berbentuk asli Kalimantan Selatan, melambangkan unsur budaya yang bisa dibanggakan. Warna Hitam, melambangkan bahwa penduduk Kalimantan Selatan memiliki tekad dan keunggulan bergerak menuju pelaksanaan Rencana Pembangunan Nasional.
Tangkai Padi dan Karet
melambangkan bagian terbesar dari pendapatan dan sumber kehidupan bagi masyarakat Kalimantan Selatan. padi sebanyak 17 buah, berlian dengan 8 jet dan batang pohon karet dengan sebanyak 1 terstruktur bergaris 9, 4 di sebelah kiri dan 5 di sebelah kanan adalah susunan angka 17-8-1945, angka ini melambangkan bahwa populasi Kalimantan Selatan tetap setia dan masih Teguh mendukung Proklamasi 17 Agustus 1945.
Pita Warna Putih
melambangkan bahwa penduduk Kalimantan Selatan mampu mengikat apa yang dirasakan kesucian dan ketulusan untuk bertindak jujur dan bertanggung jawab dengan semanggat dengan kerjasama dan saling membantu.
Tertulis slogan "WAJA SAMPAI KAPUTING",
melambangkan bahwa penduduk Kalimantan Selatan telah rajin bekerja untuk melaksanakan segala sesuatu dengan rasa kemampuan dan akibatnya tanpa berhenti di jalan.
Budaya Seni tradisional ditanam di Banjarmasin sangat banyak hubungannya dengan sungai, rawa dan danau, disamping pegunungan. Tumbuhan dan hewan yang menghuni daerah ini sangat banyak digunakan untuk memenuhi kehidupan mereka.
melambangkan bagian terbesar dari pendapatan dan sumber kehidupan bagi masyarakat Kalimantan Selatan. padi sebanyak 17 buah, berlian dengan 8 jet dan batang pohon karet dengan sebanyak 1 terstruktur bergaris 9, 4 di sebelah kiri dan 5 di sebelah kanan adalah susunan angka 17-8-1945, angka ini melambangkan bahwa populasi Kalimantan Selatan tetap setia dan masih Teguh mendukung Proklamasi 17 Agustus 1945.
Pita Warna Putih
melambangkan bahwa penduduk Kalimantan Selatan mampu mengikat apa yang dirasakan kesucian dan ketulusan untuk bertindak jujur dan bertanggung jawab dengan semanggat dengan kerjasama dan saling membantu.
Tertulis slogan "WAJA SAMPAI KAPUTING",
melambangkan bahwa penduduk Kalimantan Selatan telah rajin bekerja untuk melaksanakan segala sesuatu dengan rasa kemampuan dan akibatnya tanpa berhenti di jalan.
Budaya Seni tradisional ditanam di Banjarmasin sangat banyak hubungannya dengan sungai, rawa dan danau, disamping pegunungan. Tumbuhan dan hewan yang menghuni daerah ini sangat banyak digunakan untuk memenuhi kehidupan mereka.
Kebutuhan hidup yang mendiami wilayah ini dengan memanfaatkan lingkungan
alam dengan hasil benda-benda budaya yang disesuaikan. hampir semua kehidupan
mereka benar-benar relegius. Selain itu, juga merupakan masyarakat agraris,
dengan dukungan dari vendor teknologi yang sebagian besar masih tradisional. persahabatan
mulai longgar dibandingkan dengan masa lalu, orientasi kehidupan sosial lebih
mengarah kepada intelektual dan agama. emosi keagamaan masih jelas dalam
kehidupan semua suku yang berada di Kalimantan Selatan.
Urang Banjar mengembangkan sistem budaya, sistem sosial dan budaya material terkait dengan relegi, melalui berbagai proses adaptasi, akulturasi dan asimilasi. Jadi sepertinya integrasi dalam aspek budaya. Namun demikian pandangan atau pengaruh Islam dominan dalam kehidupan budaya Banjar, hampir identik dengan Islam, terutama dengan maksud untuk dewa yang berhubungan dengan (Tauhid), meskipun dalam kehidupan sehari-hari masih ada unsur-unsur dari budaya asal, Hindu dan Buddha.
Urang Banjar mengembangkan sistem budaya, sistem sosial dan budaya material terkait dengan relegi, melalui berbagai proses adaptasi, akulturasi dan asimilasi. Jadi sepertinya integrasi dalam aspek budaya. Namun demikian pandangan atau pengaruh Islam dominan dalam kehidupan budaya Banjar, hampir identik dengan Islam, terutama dengan maksud untuk dewa yang berhubungan dengan (Tauhid), meskipun dalam kehidupan sehari-hari masih ada unsur-unsur dari budaya asal, Hindu dan Buddha.
Patung dan arsitektur muncul asimilasi sekali Banjar tradisional budaya,
serta peralatan rumah tangga, transportasi, tari, dll nyayian. masyarakat
Banjar telah dikenal berbagai jenis dan bentuk seni, baik Klasik Seni, seni
rakyat, dan Seni Seni Keagamaan milik masyarakat Banjar seperti: Tradisi Teater
/ Teater Rakyat Antara lain Mamanda, Wayang Gung, Abdul Mulk Loba, Horse
Gepang, Cerita Damarwulan, Tantayungan, Wayang, Teater Said. Musik Seni Antara
lain Kuriding, memecat Terengah-engah, Kintunglit, tabung, Suling Bambu,
pukulan musik, Salung Ulin, Kateng Kupak.
Sinoman Hadrah dan Rudat Sinoman Hadrah dan bersumber Rudat dari budaya
yang dibawa oleh para pedagang dan penda ?? wah Islam dari Arab dan Persia dan
berkembang menjadi campuran budaya di masyarakat pantai ke pantai timur
Kalimantan Selatan. Ibadah dan pujian kepada Allah dan Rasul Muhammad mengisi
puisi dan sajak yang dinyanyikan berteriak qasidah merdu, dilindungi oleh
payung (simbol keagungan dalam kehidupan tradisional di Indonesia) ubur-ubur,
dalam sebuah gerakan yang dinamis. Menari
Sebuah. Tari Tradisi: Balian, Gantar, Bakanjar, Babangai
b. Tari klasik : Baksa Kambang, Mask, Radap Rahayu
c. Tari rakyat : Japin Sisit, titik adalah Lalan, Gambut, Horse Gepang, Rudat dll
Seni sastra Antara lain Kuriding, karung Terengah-engah, Kintunglit, tabung, Suling Bambu, pukulan Musik, Salung Ulin, Kateng Kupak.
Sebuah.
Sebuah. Tari Tradisi: Balian, Gantar, Bakanjar, Babangai
b. Tari klasik : Baksa Kambang, Mask, Radap Rahayu
c. Tari rakyat : Japin Sisit, titik adalah Lalan, Gambut, Horse Gepang, Rudat dll
Seni sastra Antara lain Kuriding, karung Terengah-engah, Kintunglit, tabung, Suling Bambu, pukulan Musik, Salung Ulin, Kateng Kupak.
Sebuah.
a. Puisi: Tale, Sejarah, Agama
b. b. Pantun: Regular, Express, Bakait
Seni
Antara ornamen lainnya, masker dan pahatan.
Antara ornamen lainnya, masker dan pahatan.
keterampilan
Maayam Palupuh dinding, atap maulah, wantilan, maulah gula Habang, maulah dodol Kandangan, maulah Apam Barabai, serat maulah sasapu, manggangan, maulah wadai, namun maulah katupat, maayam daun banjo, dll
Banjar mengembangkan seni dan budaya yang cukup lengkap, meskipun perkembangannya belum maksimal, meliputi berbagai bidang seni dan budaya.
Maayam Palupuh dinding, atap maulah, wantilan, maulah gula Habang, maulah dodol Kandangan, maulah Apam Barabai, serat maulah sasapu, manggangan, maulah wadai, namun maulah katupat, maayam daun banjo, dll
Banjar mengembangkan seni dan budaya yang cukup lengkap, meskipun perkembangannya belum maksimal, meliputi berbagai bidang seni dan budaya.
Tarian
Tari Banjar
terbagi menjadi dua, yaitu seni tari yang dikembangkan di istana (istana), dan
tari yang dikembangkan oleh rakyat. Tari istana ditandai dengan nama
"Baksa" yang berasal dari Jawa (beksan) yang menunjukkan kelancaran
gerak dalam tarian rangka. Tarian ini telah ada dari ratusan tahun yang lalu,
sejak zaman Hindu, namun gerakan dan pakaian telah disesuaikan dengan keadaan
saat ini. Misalnya, gerakan-gerakan tertentu yang dianggap tidak sesuai dengan
adab Islam sedikit perubahan. Menari daerah Banjar contoh yang terkenal:
Tari Baksa Kembang, tari
penyambut tamu.
Tari Baksa Panah
Tari Baksa Dadap
Tari Baksa Lilin
Tari Baksa perisai
Tari Radap Rahayu, upacara pernikahan
Tari Kuda kepang
Menari Japin / Jepen
Titik tari
Tari Gandut
Tari Banjar lainnya
Tari Baksa Panah
Tari Baksa Dadap
Tari Baksa Lilin
Tari Baksa perisai
Tari Radap Rahayu, upacara pernikahan
Tari Kuda kepang
Menari Japin / Jepen
Titik tari
Tari Gandut
Tari Banjar lainnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar