Minggu, 03 Desember 2017

Arti Perisai dalam lambang Provinsi Kalimantan Selatan





 Sebagai postingan pertama ini ane mau ngasih tau ini loh makna dari lambing daerah provinsi ane… :)

Lambang Provinsi Kalimantan Selatan berbentuk "PERISAI" merah dan hijau, garis tepi dengan sisi kuning.

 Perisai adalah pencegahan dan defensif melambangkan kewaspadaan dan kemampuan untuk mempertahankan diri;

warna merah, melambangkan keberanian dan kepahlawanan yang berani, bersemangat dan dinamis kehidupan untuk menegakkan kebenaran perjuangan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam judul "Hanya dan Masyarakat Sejahtera yang diberkati Allah";
 
warna hijau, melambangkan kesuburan dan harapan untuk Daerah Tingkat I Kalimantan Selatan pada hari yang akan datang;

 Warna kuning, di sisi perisai, melambangkan bahwa penduduk Kalimantan memiliki kepribadian dan spiritualitas luhur dengan penuh keyakinan dan kepercayaan pada Allah SWT.

Berlian Putih
yang Memancarkan warna yang mengkilat
 
          Melambangkan pendapatan Daerah Kalimantan Selatan yang telah terkenal untuk kualitas dan memiliki nilai yang sangat tinggi, yang merupakan sumber penghidupan Kalimantan Selatan.

Memancar warna putih mengkilap,
            Melambangkan bahwa penduduk Kalimantan Selatan yang menyebabkan untuk benar-benar dapat mencapai kecerdasan dan kemajuan dan juga mampu melaksanakan pembangunan apapun terhadap kemuliaan dan keagungan bangsa Indonesia.

Bintang emas berwarna Kuning
            Melambangkan dewa Mahakuasa dan keyakinan simbolik bahwa Allah mengetahui segala sesuatu tanpa tersembunyi bagi-Nya;

 Rumah Banjar Warna Hitam
            Bangunan tertentu berbentuk asli Kalimantan Selatan, melambangkan unsur budaya yang bisa dibanggakan. Warna Hitam, melambangkan bahwa penduduk Kalimantan Selatan memiliki tekad dan keunggulan bergerak menuju pelaksanaan Rencana Pembangunan Nasional.

Tangkai Padi dan Karet
            melambangkan bagian terbesar dari pendapatan dan sumber kehidupan bagi masyarakat Kalimantan Selatan. padi sebanyak 17 buah, berlian dengan 8 jet dan batang pohon karet dengan sebanyak 1 terstruktur bergaris 9, 4 di sebelah kiri dan 5 di sebelah kanan adalah susunan angka 17-8-1945, angka ini melambangkan bahwa populasi Kalimantan Selatan tetap setia dan masih Teguh mendukung Proklamasi 17 Agustus 1945.

Pita Warna Putih
            melambangkan bahwa penduduk Kalimantan Selatan mampu mengikat apa yang dirasakan kesucian dan ketulusan untuk bertindak jujur ​​dan bertanggung jawab dengan semanggat dengan kerjasama dan saling membantu.
Tertulis slogan "WAJA
SAMPAI KAPUTING",
            melambangkan bahwa penduduk Kalimantan Selatan telah rajin bekerja untuk melaksanakan segala sesuatu dengan rasa kemampuan dan akibatnya tanpa berhenti di jalan.
Budaya Seni tradisional ditanam di Banjarmasin sangat banyak hubungannya dengan sungai, rawa dan danau, disamping pegunungan. Tumbuhan dan hewan yang menghuni daerah ini sangat banyak digunakan untuk memenuhi kehidupan mereka.

Kebutuhan hidup yang mendiami wilayah ini dengan memanfaatkan lingkungan alam dengan hasil benda-benda budaya yang disesuaikan. hampir semua kehidupan mereka benar-benar relegius. Selain itu, juga merupakan masyarakat agraris, dengan dukungan dari vendor teknologi yang sebagian besar masih tradisional. persahabatan mulai longgar dibandingkan dengan masa lalu, orientasi kehidupan sosial lebih mengarah kepada intelektual dan agama. emosi keagamaan masih jelas dalam kehidupan semua suku yang berada di Kalimantan Selatan.

            Urang Banjar mengembangkan sistem budaya, sistem sosial dan budaya material terkait dengan relegi, melalui berbagai proses adaptasi, akulturasi dan asimilasi. Jadi sepertinya integrasi dalam aspek budaya. Namun demikian pandangan atau pengaruh Islam dominan dalam kehidupan budaya Banjar, hampir identik dengan Islam, terutama dengan maksud untuk dewa yang berhubungan dengan (Tauhid), meskipun dalam kehidupan sehari-hari masih ada unsur-unsur dari budaya asal, Hindu dan Buddha.

Patung dan arsitektur muncul asimilasi sekali Banjar tradisional budaya, serta peralatan rumah tangga, transportasi, tari, dll nyayian. masyarakat Banjar telah dikenal berbagai jenis dan bentuk seni, baik Klasik Seni, seni rakyat, dan Seni Seni Keagamaan milik masyarakat Banjar seperti: Tradisi Teater / Teater Rakyat Antara lain Mamanda, Wayang Gung, Abdul Mulk Loba, Horse Gepang, Cerita Damarwulan, Tantayungan, Wayang, Teater Said. Musik Seni Antara lain Kuriding, memecat Terengah-engah, Kintunglit, tabung, Suling Bambu, pukulan musik, Salung Ulin, Kateng Kupak.

Sinoman Hadrah dan Rudat Sinoman Hadrah dan bersumber Rudat dari budaya yang dibawa oleh para pedagang dan penda ?? wah Islam dari Arab dan Persia dan berkembang menjadi campuran budaya di masyarakat pantai ke pantai timur Kalimantan Selatan. Ibadah dan pujian kepada Allah dan Rasul Muhammad mengisi puisi dan sajak yang dinyanyikan berteriak qasidah merdu, dilindungi oleh payung (simbol keagungan dalam kehidupan tradisional di Indonesia) ubur-ubur, dalam sebuah gerakan yang dinamis. Menari
Sebuah. Tari Tradisi: Balian, Gantar, Bakanjar, Babangai
b. Tari klasik
: Baksa Kambang, Mask, Radap Rahayu
c. Tari
rakyat : Japin Sisit, titik adalah Lalan, Gambut, Horse Gepang, Rudat dll

Seni sastra Antara lain Kuriding, karung Terengah-engah, Kintunglit, tabung, Suling Bambu, pukulan Musik, Salung Ulin, Kateng Kupak.
Sebuah.
a.       Puisi: Tale, Sejarah, Agama
b.      b. Pantun: Regular, Express, Bakait
Seni
Antara ornamen lainnya, masker dan
pahatan.

keterampilan
Maayam Palupuh dinding, atap maulah, wantilan, maulah gula Habang, maulah dodol Kandangan, maulah Apam Barabai, serat maulah sasapu, manggangan, maulah wadai, namun maulah katupat, maay
am daun banjo, dll

Banjar mengembangkan seni dan budaya yang cukup lengkap, meskipun perkembangannya belum maksimal, meliputi berbagai bidang seni dan budaya.

Tarian
Tari Banjar terbagi menjadi dua, yaitu seni tari yang dikembangkan di istana (istana), dan tari yang dikembangkan oleh rakyat. Tari istana ditandai dengan nama "Baksa" yang berasal dari Jawa (beksan) yang menunjukkan kelancaran gerak dalam tarian rangka. Tarian ini telah ada dari ratusan tahun yang lalu, sejak zaman Hindu, namun gerakan dan pakaian telah disesuaikan dengan keadaan saat ini. Misalnya, gerakan-gerakan tertentu yang dianggap tidak sesuai dengan adab Islam sedikit perubahan. Menari daerah Banjar contoh yang terkenal:

Tari Baksa Kembang, tari penyambut tamu.
Tari Baksa Panah
Tari Baksa Dadap
Tari Baksa Lilin
Tari Baksa perisai
Tari Radap Rahayu, upacara pernikahan
Tari Kuda kepang
Menari Japin / Jepen
Titik tari
Tari Gandut
Tari Banjar lainnya
Top of Form

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Trik sembunyikan file dengan notepad

  sembunyikan File dan Folder dengan Notepad Re-Posted by CB Blogger Hampir semua orang di jaman sekarang telah memakai komputer...